Pengertian Fintech Serta Jenis Dan Juga Hukumnya
Pengertian Fintech Serta Jenis Dan Juga Hukumnya

Pengertian Fintech Serta Jenis Dan Juga Hukumnya

68 View

Konsumtif.com – Financial Technology atau disebut dengan singkatan Fintech adalah merupakan inovasi di bidang jasa keuangan yang saat ini tengah naik daun di Indonesia sejak beberapa tahun terahir.

Tentunya banyak sekali yang bertanya-tanya tentang apa itu Fintech ? Oleh karenanya, pada pembahasan artikel ini kami akan mengulas dan memberikan penjelasan terkait dengan pengertian tentang Fintech tersebut.

Pengertian Fintech menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fintech adalah sebuah inovasi pada industri jasa keuangan yang memanfaatkan penggunaan teknologi. Produk fintech biasanya berupa suatu sistem yang dibangun untuk menjalankan mekanisme transaksi keuangan yang spesifik.

Inovasi dalam fintech adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan yang menggunakan teknologi untuk mempercepat dan memudahkan aspek layanan keuangan yang disediakannya.

Fintech sendiri saat ini semakin populer seiring dengan pesatnya perkembangan perusahaan-perusahaan rintisan atau startup.

Fintech

Perkembangan pengguna Fintech dan perusahaan fintech juga terus berkembang dari tahun ke tahun. Bersuber dari data Bank Dunia, pengguna Fintech adalah yang awalnya 7% di tahun 2007, berkembang menjadi 20% di tahun 2011.

Lalu kemudian meningkat menjadi 36% di tahun 2014 dan di tahun 2017 sudah mencapai angak 78% atau tercatat sebanyak 135-140 perusahaan, dengan total nilai transaksi TinTech di Indonesia pada tahun 2017 tersebut diperkirakan mencapai Rp 202,77 Triliun.

Meluasnya Fintech menciptakan berbagai perubahan yang sangat signifikan, salah satunya terkait dengan gaya hidup. Salah satu contohnya yaitu pinjaman atau kredit.

Sebelum perkembangan fintech, orang akan lebih cenderung meminjam ke bank secara langsung. Kini dengan adanya fintech, orang bisa mengandalkan pinjaman modal dari platform online seperti peer-to-peer (P2P).

Dikutif dari beberapa sumber yang ada di internet, Fintech terbagi menjadi 5 kategori, dan diantara kategori yang 5 tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Crowdfunding

Crowdfunding atau penggalan dana merupakan salah satu model pengertian fintech yang sedang populer di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Dengan adanya teknologi ini, masyarakat dapat menggalang dana atau berdonasi untuk suatu inisiatif atau program sosial yang mereka pedulikan.

Salah satu contohnya adalah penggalangan dana untuk membangun pesawat R80 yang di desain oleh BJ Habibie. Contoh Start-up fintech adalah dengan modal Crowdfunding yang kini tengah populer di Indonesia adalah KitaBisa.

2. Microfinancing

Microfinancing adalah salah satu layanan perusahaan fintech yang menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk membantu kehidupan dan keuangan mereka sehari-hari.

Oleh karena masyarakat dari golongan ekonomi ini kebanyakan tidak memiliki akses ke institusi perbankan, maka mereka juga mengalami kesulitan untuk memperoleh modal usaha guna mengembangkan usaha atau mata pencaharian mereka.

Microfinancing berusaha menjembatani permasalahan tersebut dengan menyalurkan secara langsung meodal usaha dari pemberi pinjaman kepada calon peminjam.

Sistem bisnis dirancang agar agar return yang bernilai kompetitif bagi pemberi pinjaman, tetapi tetap attainable bagi peminjamnya.

Salah satu start-up perusahaan fintech yang bergerak dalam bidang Microfinancing ini adalah Amartha yang menghubungkan pengusaha mikro di perdesaan dengan pemodal secara online.

Baca Juga :

3. P2P Lending Service

Jenis ini lebih dikenal sebagai fintech untuk pinjaman uang. Perusahaan fintech ini membantu masyarakat yang membutuhkan akses keuangan untuk memenuhi kebutuhannya.

Dengan pengertian fintech ini, konsumen dapat meminjam uang dengan lebih mudah untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup tanpa harus memulai proses berbelit yang sering kali ditemui pada Bank konvensional.

Salah satu contoh dari perusahaan fintech yang bergerak dalam bidang peminjaman uang ini adalah AwanTunai, sebuah startup yang memberikan fasilitas cicilan digital dengan aman dan juga mudah.

4. Market Comparsion

Dengan fintech ini, pengguna dapat membandingkan macam-macam produk keuangan dari berbagai penyedia jasa keuangan.

Fintech adalah juga dapat berfungsi sebagai perencana finansial. Dengan bantuan fintech, pengguna bisa mendapatkan beberapa pilihan investasi untuk kebutuhan di masa depan.

5. Digital Payment System

Digital Peyemnt System adalah startup yang bergerak di bidang penyedia layanan berupa pembayaran semua tagihan seperti pulsa dan pascabayar, kartu kredit, atau token listrik PLN.

Salah satu contohnya disini adalah perusahaan fintech yang bergerak dalam digital payment system ini adalah Payfazz yang berbasis keagenan untuk membantu masyarakat Indonesia.

Terutama khususnya untuk mereka yang tidak memiliki akses ke Bank, untuk melakukan pembayaran berbagai macam tagihan setiap bulannya.

Demikianlah ulasan ini kami tulis dalam artikel ini, semoga yang telah kami sampaikan pada uraian dan penjelasan tentang Fintech ini dapat memberikan ulasan yang bermanfaat bagi para pembaca semua.

Gallery for Pengertian Fintech Serta Jenis Dan Juga Hukumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *