Yuk Ketahui Macam-macam Akad Syariah dalam Transaksi Jual-Beli
Yuk Ketahui Macam-macam Akad Syariah dalam Transaksi Jual-Beli

Yuk Ketahui Macam-macam Akad Syariah dalam Transaksi Jual-Beli

162 View

Konsumtif.comYuk Ketahui Macam-macam Akad Syariah dalam Transaksi Jual-Beli. Dalam proses jual beli berbasis Ekonomi Syariah, terdapat berbagai kontrak yang dapat digunakan sesuai dengan jenis transaksi. Artinya, Setiap Transaksi Keuangan Islam, baik itu barang atau jasa, perlu menggunakan jenis kontrak yang berbeda.

Sebelum membahas berbagai kontrak, teman perlu mengetahui terlebih dahulu pemahaman tentang kontrak itu sendiri. Kontrak Syariah adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada jenis perjanjian atau perjanjian dalam transaksi jual beli Syariah.

Sejauh ini, banyak orang menganggap jenis kontrak Syariah terbatas pada kontrak Murabahah dan mudharabah saja, sedangkan jenis kontrak Syariah lebih dari itu, lho.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan( OJK), setidaknya ada 9 jenis kontrak Syariah yang biasa digunakan dalam transaksi jual beli di Indonesia.

Namun, dalam artikel ini juga akan dijelaskan berbagai kontrak lainnya sehingga teman-teman mengetahui setiap jenis transaksi dengan tepat. Lantas, apa saja jenis kontrak Syariah yang biasa digunakan di Indonesia? Lihat penjelasan di bawah ini, yup!

Baca Juga: New Peluang Bisnis Dengan Modal Kecil Untung Besar

Berbagai kontrak

Penting bagi teman-teman untuk mengetahui berbagai kontrak agar proses transaksi jual beli berjalan sesuai dengan syariat Islam. Selain itu, dengan mengetahui berbagai kontrak, Anda juga dapat memposisikan diri sebagai konsumen yang cerdas ketika Anda ingin membuat kesepakatan dengan penjual.

Nah, berikut adalah berbagai perjanjian Syariah beserta pengertian dan tujuannya menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) antara lain:

Akad murabahah

Kontrak murabahah adalah kontrak pembiayaan di mana penjual menyatakan harga pembelian produk kepada pembeli, kemudian pembeli membayarnya dengan harga lebih tinggi sebagai keuntungan penjual.

Keuntungan harga telah disepakati oleh kedua belah pihak pada awal perjanjian. Dengan begitu, pembeli dapat mengetahui harga beli produk dan margin keuntungan yang diperoleh penjual secara transparan.

Murabahah adalah jenis kontrak Syariah yang paling sering digunakan dalam transaksi jual beli di Indonesia.

Jenis pembiayaan syariah dengan menggunakan kontrak Murabahah ini dapat ditemukan di Adira Islamic Finance yang menyediakan berbagai jenis pembiayaan barang dan jasa berbasis syariah.

Beberapa layanan pembiayaan syariah dengan kontrak murabahah yang dapat Anda gunakan antara lain pembiayaan mobil Syariah, pembiayaan sepeda motor Syariah, pembiayaan umroh, serta pembiayaan elektronik, furniture, dan gadget Syariah.

Dengan layanan ini, teman-teman dapat dengan mudah melamar dan mendapatkan kendaraan bermotor, barang elektronik, dan dapat pergi ke Tanah Suci Untuk Umrah dengan mengajukan di Adira Finance.

Baca Juga: Peluang Bisnis Makanan Bagi Ibu Rumah Tangga

Akad Al-Bai ‘ wa al-isti’jar

Al-Bai ‘ wal Al-isti’jar termasuk dalam berbagai perjanjian yang fokus pada pembiayaan dana. Salah satu contoh penerapan kontrak Al-Bai ‘ wa al-isti’jar adalah AMANAH financing (Adira multi Dana Syariah) dari Adira Finance.

Amanah financing adalah fasilitas pembiayaan dana berdasarkan prinsip syariah dengan kontrak ini dan menggunakan jaminan bpkb kendaraan bermotor, baik mobil maupun motor.

Layanan pembiayaan AMANAH dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan yang bersifat konsumtif, seperti biaya renovasi rumah, pendidikan, pernikahan, kesehatan, pariwisata, dan perayaan lainnya, atau untuk kebutuhan produktif seperti modal usaha.

Akad mudharabah

Jenis kontrak berikutnya adalah kontrak mudharabah. Dari segi nama, kontrak ini hampir mirip dengan kontrak Murabahah. Namun, sistem perjanjian atau perjanjian ternyata berbeda, Anda tahu, teman.

Kontrak Mudharabah adalah jenis kontrak dalam pembiayaan syariah berupa kerjasama bisnis antara pemilik modal dan pengelola modal.

Dalam kontrak ini, kerugian biasanya akan ditanggung sepenuhnya oleh pemilik modal, kecuali manajemen modal melakukan kesalahan yang disengaja, lalai, atau melanggar Perjanjian di awal.

Dalam istilah syariah, pemilik modal disebut sebagai shahibul maal, malik, dan Bank Syariah. Sementara itu, manajer modal disebut sebagai pelanggan, amil, atau mudharib.

Akad salam

Kontrak Salam termasuk dalam berbagai perjanjian yang sering ditemukan dalam transaksi berbasis syariah di Indonesia.

Salam adalah kontrak pembiayaan syariah di mana pembeli memesan produk atau barang dan melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada penjual, kemudian penjual akan memproses produk atau barang sesuai dengan syarat dan jangka waktu yang ditetapkan oleh kedua belah pihak. Penerapan kontrak salam dapat dilihat dari sistem pembelian Syariah secara pre-order.

Akad istisna

Kontrak istisna termasuk dalam berbagai perjanjian yang sekilas mirip dengan perjanjian salam. Namun, perbedaannya adalah bahwa produk atau barang dalam kontrak pembiayaan syariah ini diproduksi sesuai dengan permintaan pembeli.

Kontrak Istisna adalah kontrak jual beli barang dengan sistem pre-order kepada penjual berdasarkan syarat dan kriteria tertentu, maka penjual baru akan melakukan proses pembuatan setelahnya.

Dalam penerapannya, penjual harus melakukan proses pemesanan produk atau barang sesuai dengan kesepakatan awal dengan pembeli.

Produk juga harus mematuhi apa yang dijanjikan dalam Perjanjian asli. Biasanya kontrak istisna terjadi pada pemesanan produk dalam jumlah banyak, salah satunya adalah oleh-oleh.

Akad musyarakah

Selain berbagai kontrak di atas, Musharakah juga termasuk kontrak yang sering digunakan dalam transaksi jual beli Syariah. Kontrak Musyarakah adalah kontrak dalam bentuk kerjasama bisnis dimana masing-masing pihak menyetorkan dana sebagai modal dengan porsi sesuai dengan kesepakatan.

Dengan begitu, modal dari berbagai pihak disatukan untuk menjalankan bisnis, maka bisnis tersebut akan dikelola oleh salah satu pemodal atau meminta bantuan pihak ketiga sebagai karyawan.

Akad wadiah

Wadiah termasuk dalam berbagai perjanjian yang banyak digunakan oleh masyarakat. Kontrak Wadiah adalah perjanjian transaksi dengan skema kustodian barang atau uang antara pihak pertama dan pihak kedua.

Dengan begitu, pihak pertama sebagai pemilik barang atau dana telah mempercayakan asetnya kepada pihak kedua sebagai penyimpan aset.

Oleh karena itu, pihak kedua, dalam hal ini adalah Perbankan Syariah, harus menjaga simpanan nasabah dengan aman dan utuh. Biasanya Aplikasi Kontrak Wadiah digunakan dalam tabungan Syariah dan giro.

Itu sebabnya, tidak mengherankan bahwa beberapa orang yang belum berpenghasilan memilih akun wadiah sehingga tidak ada biaya administrasi setiap bulan.

Akad ijarah

Jenis kontrak lainnya adalah ijarah. Kontrak Ijarah adalah pembiayaan syariah dengan sistem sewa antara kedua belah pihak.

Satu pihak bertindak sebagai penyewa dan membayar kepada pihak lain (pemilik produk) untuk mendapatkan manfaat atau hasil dari produk yang dipinjam, tanpa mengalihkan kepemilikan barang.

Baca Juga: Memulai Bisnis Dengan Investasi Saham dan Dapatkan Keuntungan Besar

Akad ijarah muntahiyah bit tamlik

Berbeda dengan berbagai kontrak sebelumnya, Ijarah muntahiyah bit tamlik (IMBT) adalah kontrak Syariah di mana penyewa membayar sejumlah dana tertentu untuk mendapatkan manfaat bagi produk atau barang, tetapi penyewa dapat mengambil opsi untuk mentransfer hak milik produk pada akhir transaksi.

Akad qardh

Yang berikutnya adalah qardh. Kontrak Qardh adalah jenis kontrak syariah dimana nasabah meminjam dana talangan yang dibutuhkan segera dalam waktu singkat sehingga dana tersebut akan dikembalikan sesuai dengan jumlah yang dipinjam,kepada perusahaan pembiayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.